MAKALAH
“KIAT MEMBANGUN GENERASI MUDA
KECINTAAN
TERHADAP
TANAH
AIR"
Diajukan
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan

Nama : JOHANRIK
NIM :33101200138
FAKULTAS KEDOKTERAN
PRODI S1 FARMASI
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Alloh Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
ini tepat pada waktunya meskipun dalam bentuk maupun isinya yang sangat
sederhana.
Harapan kami
semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman, juga membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
sehingga untuk kedepannya kami dapat memperbaiki bentuk maupun isimaklah
ini dengan lebih baik.
Kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami
sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Alloh Yang Maha Kuasa
senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Semarang, Desember 2012
Muhammad
Khilmi F
BAB I
PENDAHULUAN
A Latar Belakang Masalah
Dewasa ini terjadi penurunan jiwa patriotisme di
kalangan generasi penerus bangsa. Hal ini dapat tercermin jelas dari sikap
siswa-siswi terdidik dalam mengikuti tata upacara bendera, sebagai perserta
seharusnya mereka menyimak dan memperhatikan dengan seksama agar memperoleh
suatu arti perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan oleh pahlawan
bangsa.
Jiwa Patriotisme harus tertanam sejak dini
sehingga membentuk suatu karakter generasi penerus bangsa yang cinta dan
menghargai tanah air, sebagai generasi penerus bangsa kita sadar tidak cukup
hanya menghargai jasa-jasa pahlawan namun kitapun harus mengemban tugas sebagai
penerus bangsa yaitu melanjutkan perjuangan bangsa.
Mencoba menelisikan lebih dalam pelaksanaan tata
upacara bendera saat ini berjalan sudah cukup baik namun masih terdapat
kekurangan pada perserta, petugas upacara dan sarana prasarana.
Indikator yang nampak ialah tidak khitmatnya
pelaksanaan upacara bendera karena peserta menyibukan diri sendiri dengan berbagai
perilaku untuk menghilangkan rasa jenuh dan lelah. Petugas upacara terlihat
kurang serius dalam membawakan tugasnya dan tidak bisa mengefisienkan waktu.
Selain itu, sarana prasana yang digunakan dalam upacara bendera kurang
menunjang seperti : tiang bendera, pengeras suara dan tempat yang digunakan
dalam upacara.
.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang
di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
1.
Apakah
yang dimaksud dengan patriotisme?
2.
Sikap-sikap
patriotisme
3.
Faktor
apa saja yang menyebabkan penurunan jiwa patriotisme pada kalangan generasi penerus
bangsa?
4. Cara meningkatkan
rasa cinta tanah air / jiwa patriotis Negara Indonesia ?
5.
Bagaiman Tata Upacara sebagai contoh patriotisme ?
C. Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, penelitian
ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan:
1.
Pengertian patriotisme
2.
Sikap-sikap patriotism
dan manfaatnya
3.
Faktor penyebab
terjadinya penurunan jiwa patriotisme pada kalangan generasi penerus bangsa;
5.
Cara meningkatkan rasa
cinta tanah air / jiwa patriotis Negara Indonesia;
6. Peran tata upacara bendera, hal-hal
yang harus dibenahi dan solusi upacara untuksemakin menumbuhkan jiwa patriotis.
E. Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan
melakukan penelitian secara kuantitatif melalui pendekatan determinatif, yakni
mencari peran upacara bendera terhadap pembentukan karakter anak bangsa yang
berjiwa patriotisme.
BAB II
PEMBAHASAN
A
A. Pengertian Patriotisme
Patriotisme berasal dari kata Patriot, yang
artinya adalah pecinta dan pembela tanah air. Sedangkan Patriotisme maksudnya
adalah semangat cinta tanah air. Pengertian Patriotisme adalah sikap untuk
selalu mencintai atau membela tanah air, seorang pejuang sejati, pejuang bangsa
yang mempunyai semangat, sikap dan perilaku cinta tanah air, dimana ia sudi
mengorbankan segala-galanya bahkan jiwa sekalipun demi kemajuan, kejayaan dan
kemakmuran tanah air.Atau
Patriotisme atau Kepahlawanan adalah watak untuk berkorban guna sesuatu tugas
Besar dan Cita2 Besar sebagai perluasan dari “Pahlawan adalah ia yang berkorban
untuk Tugas besar dan Cita2 besar” [Un hero est celui, qui se sacrifie a un
grand devoir, ou a une grande idée”; Livre d’Or, De la Comptesse Diane].
Kepahlawanan bukan monopolinya seseorang atau segolongan tetapi Kepahlawanan
adalah suatu perhiasan watak, yang setiap rakyat kita dapat memiliki, asal ia
bersedia berkorban untuk “un grand devoir” (untuk sesuatu Tugas besar) atau
untuk “une grand idée” (untuk sesuatu Cita2 besar).
Tugas besar dan Cita-cita besar itu ialah tidak lain daripada hidup merdeka,
bernegara kebangsaan, sederajat dengan bangsa2 lain dalam keadaan mana Rakyat
semua memperkembangkan dan dapat menyuburkan nilai2 kemanusiaannya. Dan bila
yang dimaksud dengan semangat Kepahlawanan itu adalah cara berdaya dan berusaha
untuk menjalankan Tugas besar dan Cita2 besar itu, maka teranglah kiranya,
bahwa cara amal dan cara perbuatan itulah yang penting sekali.
Patriotisme Pemuda
Patriotisme pemuda Indonesia telah memiliki
peranan penting dalam mengubah perjalanan sejarah bangsa. Mulai dari Sumpah
Pemuda tahun 1928 hingga era reformasi 1998. Semuanya tak lepas dari peran
pemuda pada saat itu.
Semangat patriotisme generasi muda ini masih
diperlukan kendati kemerdekaan Republik Indonesia telah memasuki usia yang ke
64 tahun. Bagaimana generasi muda saat ini membuktikan patriotismenya kepada
bangsa dan negara ?
Generasi muda yang anti patriotisme adalah
mereka-mereka yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai
kebangsaan, norma sosial dan agama serta yang dapat merugikan dirinya sendiri.
Seperti mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang, gemar minum minuman
keras, pergaulan bebas dan sejenisnya adalah bentuk dari sikap anti
patriotisme.
Seharusnya para pemuda indonesia menerapkan
prinsip Student Today, Leader Tomorrow. Maksudnya pemuda harus terus
belajar meningkatkan kualitas dirinya, sehingga kelak dapat menjadi pemimpin
yang baik. Karena Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk jiwa
patriotisme para generasi muda.
Ciri-ciri patriotisme,
yaitu:
1.
cinta tanah air;
2.
menempatkan persatuan
dan kesatuan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok dan individu;
3.
tidak kenal menyerah;
4.
rela berkorban untuk
kepentingan bangsa dan Negara.
Kegiatan-kegiatan yang
mencerminkan jiwa patriotisme,di antaranya:
1.
upacara hari besar
kenegaraan;
2.
mengikuti kegiatan bakti
sosial;
3.
mengikuti kegiatan
kepemudaan, seperti pramuka dan palang merah remaja;
4.
mengikuti apresiasi seni
budaya.
B. Sikap Patriotisme
Selain memiliki sikap kepahlawanan para pejuang
bangsa kita juga memiliki sikap patriotisme. Apa yang dimaksud dengan
patriotisme? Patriotisme artinya cinta tanah air. Para pahlawan pendahulu kita
berjuang mengusir penjajah tentunya didasari oleh rasa cinta tanah air. Mereka
tidak rela bangsanya diinjak-injak oleh para penjajah. Seperti yang sudah
dicontohkan oleh Kapitan Pattimura dalam riwayat di atas. Sikap patriotisme
tidak hanya dimiliki oleh para pahlawan bangsa. Sebagai warga negara yang baik
kita pun harus memiliki sikap patriotisme. Siapa lagi yang mencintai bangsa ini
kalau bukan kita, warga negara Indonesia? Perjuangan kita saat ini sudah
bukanlah perjuangan melawan para penjajah. Setelah merdeka, justru tantangan
semakin besar. Kita saat ini mesti berjuang melawan kemiskinan, kebodohan dan
keterbelakangan. Sikap patriotisme dapat diwujudkan dalam banyak hal. Wujud
sikap patriotisme antara lain sebagai berikut:
Mencintai dan menggunakan produk-produk dalam negeri merupakan bagian dari
cinta tanah air. Dengan menggunakan produk dalam negeri berarti kita memberi
keuntungan kepada warga Indonesia sendiri. Baik pembuatnya ataupun pedagangnya.
Berarti juga memberi keuntungan kepada negara. Sebenarnya produk-produk dalam
negeri tak takkalah dengan produk luar negeri. Bahkan banyak produk-produk asli
buatan Indonesia yang ditiru orang luar negeri.
Lingkungan hidup haruslah dijaga kelestariannya. Merusaknya berarti kita tidak
mencintai tanah air. Lingkungan hidup yang rusak akan merugikan manusia
sendiri.
Fasilitas umum merupakan sarana yang disediakan oleh pemerintah untuk kebutuhan
masyarakat. Contohnya adalah telepon umum, jembatan, halte, kereta api dan lain-lainnya.
Jika kita merusak fasilitas umum akan merugikan orang lain dan negara. Kita
sendiri juga tidak dapat menggunakannya lagi.
Negara kita harus terus membangun agar lebih maju dan kehidupan rakyatnya lebih
baik. Bila kita ingin mencintai tanah air, maka kita harus ikut serta dalam
pembangunan. Ikut serta dalam pembangunan bisa diwujudkan dengan taat membayar
pajak, menjadi pegawai yang baik, dan sebagainya.
Peraturan dibuat agar masya-rakat tertib dan nyaman. Jika kita melanggar
peraturan akan merugikan diri kita sendiri. Bahkan orang lain dan negara juga
akan dirugikan. Berarti jika kita melanggar peraturan berarti kita tidak cinta
tanah air.
Budaya bangsa merupakan kekayaan bangsa. Menjaga keles-tarian budaya bangsa
berarti mencintai bangsa dan tanah air. Kita harus bangga memiliki budaya
bangsa yang beragam dan unik. Orang asing saja banyak yang mengagumi budaya
bangsa kita. Termasuk melestarikan budaya bangsa adalah berbahasa Indonesia
dengan baik dan benar.
C. Manfaat sikap
Patriotisme
Kita tahu patriotisme merupakan wujud sikap
cinta tanah air. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menyentuh aspek
jiwa pada pelajar. Patriotisme membawa kemajuan bangsa apalagi dalam bidang
pendidikan. Sikap patriotisme, nasionalisme, dan hidup mandiri merupakan hal
yang sangat penting. Karena akan membawa kemakmuran dan kemajuan suatu bangsa.
Program ini harus ditanamkan pada anak sejak dini. Dengan menanamkan sikap
tersebut sejak dini generasi penerus kita mampu bertindak sesuai dengan
nuraninya dan mampu membangun bangsa tanpa tergantung pada bangsa lain.
Mengingat pentingnya hal tersebut sehingga harus
diajarkan pada anak sejak usia dini. Sebab pendidikan yang diberikan pada anak
sejak dini dapat memberikan dasar pengetahuansecara spiritual, emosional, dan
intelektual dalam mencapai potensi yang optimal. Jika pendidikan sudah
diberikan dengan tepat sesuai dengan bakat dan lingkungan peserta maka lima
atau sepuluh tahun ke depan negara kita akan memiliki aset SDM yang berkualitas
dan tangguh sehingga dapat bersaing dengan bangsa lain dan memiliki keunggulan
Manfaat Sikap
Patriotisme Dalam Pendidikan
Kita tahu patriotisme merupakan wujud sikap
cinta tanah air. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menyentuh aspek
jiwa pada pelajar. Patriotisme membawa kemajuan bangsa apalagi dalam bidang
pendidikan. Sikap patriotisme, nasionalisme, dan hidup mandiri merupakan hal
yang sangat penting. Karena akan membawa kemakmuran dan kemajuan suatu bangsa.
Program ini harus ditanamkan pada anak sejak
dini. Dengan menanamkan sikap tersebut sejak dini generasi penerus kita mampu
bertindak sesuai dengan nuraninya dan mampu membangun bangsa tanpa tergantung
pada bangsa lain. Mengingat pentingnya hal tersebut sehingga harus diajarkan
pada anak sejak usia dini. Sebab pendidikan yang diberikan pada anak sejak dini
dapat memberikan dasar pengetahuan secara spiritual, emosional, dan intelektual
dalam mencapai potensi yang optimal. Jika pendidikan sudah diberikan dengan
tepat sesuai dengan bakat dan lingkungan peserta maka lima atau sepuluh tahun
ke depan negara kita akan memiliki aset SDM yang berkualitas dan tangguh
sehingga dapat bersaing dengan bangsa lain dan memiliki keunggulan.
C. Faktor Penyebab
Terjadinya Penurunan Jiwa Patriotisme pada Kalangan Generasi Penerus Bangsa
Banyak faktor yang mempengaruhi penurunan jiwa
patriotisme pada kalangan generasi penerus bangsa Indonesia, diantaranya
pengaruh globalisasi dan informasi, serta kurangnya pendidikan fisik terutama
di bidang kesejarahan. Hal ini seakan menjadi ancaman serius bagi generasi muda
dalam memaknai dan menggelorakan semangat kemerdekaan di dalam jiwa mereka.
Penyebab utama dari memudarnya semangat
patriotisme dan kebangsaan dari generasi penerus bangsa terutama disebabkan contoh
yang salah dan kurang mendidik yang diperlihatkan generasi tua atau kaum tua
yang cenderung mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya daripada
mendahulukan kepentingan bangsa dan rakyat. Kaum tua juga tidak memberikan
contoh sikap disiplin dan rasa tanggungjawab terhadap suatu apapun.
Kurangnya patriotisme dan hilangnya spirit
kemerdekaan di kalangan generasi penerus bangsa saat ini ternyata membawa
dampak atau pengaruh yang cukup besar terhadap keutuhan bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini.
D. Cara
Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air/Jiwa Patriot Negara Indonesia
Sebagai warga negara Indonesia sudah selayaknya
kita menghormati bangsa dan negara kita sendiri apapun adanya dan kondisinya.
Orang-orang yang tidak menghormati serta membenci bangsa dan negara tempat
kelahirannya bisa disebut sebagai penghianat. Apa salahnya tanah air kita yang
begitu kaya raya dan indah, karena kesalahan hanya ada pada
manusia-manusianyalah yang menciptakan kebencian.
Dengan adanya rakyat yang mencintai tanah
airnya, maka negara akan aman dari berbagai macam gangguan yang datang baik
dari dalam maupun dari luar negara. Dengan cinta tanah air kita dapat bahu
membahu membangun negri ini agar bisa sejajar dengan negara-negara maju. Dengan
menyayangi negara indonesia ini kita akan berupaya sekuat tenaga memberikan
yang terbaik bagi sesama, bukan malah menghancurkannya. Banyak pihak asing yang
ingin menguasai dan merusak negara kita, sehingga perlu kita jaga dan
pertahankan hingga titik darah penghabisan. Kalau bukan kita siapa lagi? dan
kita mau tinggal di mana kalau kita kehilangan negara ini.
Tips Cara Memunculkan/Men Serta Meningkatkan
Rasa Cinta Terhadap Tanah Air Dan Bangsa (Jiwa Patriotisme) Indonesia :
1.
Mempelajari sejarah
perjuangan para pahlawan pejuang kemerdekaan kita serta menghargai jasa para
pahlawan kemerdekaan.
2.
Menghormati upacara
bendera sebawai perwujudan rasa cinta tanah air dan bangsa Indonesia.
3.
Menghormati
simbol-simbol negara seperti lambang burung garuda, bendera merah putih, lagu
kebangsaan Indonesia Raya, dan lain sebagainya.
4.
Mencintai dan
menggunakan produk dalam negeri agar pengusaha lokal bisa maju sejajar dengan
pengusaha asing.
5.
Ikut membela
mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia dengan
segenap tumpah darah secara tulus dan ikhlas.
6.
Turut serta mengawasi
jalannya pemerintahan dan membantu meluruskan yang salah sesuai dengan
mekanisme yang berlaku.
7.
Membantu mengharumkan
nama bangsa dan negara Indonesia kepada warga negara asing baik di dalam maupun
luar negeri serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang mencoreng-moreng nama
baik bangsa indonesia.
8.
Menggunakan bahasa
indonesia yang baik dan benar pada acara-acara resmi dalam negeri
9.
Beribadah dan berdoa
kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.
10. Membantu mewujudkan
ketertiban dan ketentraman baik di lingkungan sekitar kita maupun secara
nasional.
E. Patriotisme Di Era
Global
Patriotisme di era global sebenarnya bukan hanya
masalah yang dialami oleh Indonesia. Amerika Serikat yang merupakan negara
adidaya dengan kekuatan politik, ekonomi, budaya, dan hankam yang tak
tertandingi pun harus berdaya upaya sekeras-kerasnya dalam membangun semangat
nasionalisme dan patriotisme di kalangan warganya. Demikian pula dengan
negara-negara lain. Bahkan Malaysia, misalnya, beberapa waktu belakangan ini
tengah ramai diskusi dan program tentang pembangunan nasionalisme dan
patriotisme di negara tersebut.
Patriotisme saat ini tengah menghadapi tantangan
yang berat, maka perlu dimulai upaya-upaya untuk kembali mengangkat tema
tentang pembangunan jiwa patriotisme. Apalagi di sisi lain, pembahasan atau
diskusi tentang jiwa patriotisme di Indonesia justru kurang berkembang (atau
mungkin memang kurang dikembangkan).
Beberaapa Pandangan
Tentang Patriotisme
Baik Nasionalisme atu Patritisme adalah dua masalah yang fundamental
bagi sebuah negara, terlebih-lebih jika negara tersebut memiliki karakter
primordial yang sangat pluralistik. Klaim telah dicapainya bhinneka
tunggal ika, apalagi lewat politik homogenisasi, sebetulnya tidak
pernah betul-betul menjadi realitas historis, melainkan sebuah agenda nation-building
yang sarat beban harapan. Oleh sebab itu, ia kerap terasa hambar.
Perlu dicatat bahwa cita-cita kolektif melalui
pembentukan suatu negara antara lain merupakan itikad mulia untuk bekerja sama
senasib sepenanggungan melalui kerangka nasionalisme dalam rangka meningkatkan
kualitas hidup rakyat. Nasionalisme itu sendiri sebetulnya adalah pendefenisian
identitas kebangsaan dengan siapa kita ingin bekerja bersama dalam mencapai bonum
publicum, apakah karena etnis agama, wilayah/teritorial atau lainnya atau
kombinasi sebagian atau seluruhnya. Seperti kata Ernst Gellner, ada rasional pembangunan
sebagai alasan eksistensi negara.
Soekarno dianggap paling mewakili semangat
patriotisme dan nasionalisme generasi muda Indonesia di masanya. Baginya,
martabat dan identitas diri sebagai bangsa merdeka sangat penting. Proklamator
Kemerdekaan Indonesia lainnya, Bung Hatta pernah mengutip pandangan Prof.
Kranenburg dalam Het Nederlandsch Staatsrech, “Bangsa merupakan
keinsyafan, sebagai suatu persekutuan yang tersusun jadi satu, yaitu keinsyafan
yang terbit karena percaya atas persamaan nasib dan tujuan. Keinsyafan tujuan
bertambah besar karena persamaan nasib, malang yang sama diderita, mujur yang
sama didapat, dan oleh karena jasa bersama. Pendeknya, oleh karena ingat kepada
riwayat (sejarah) bersama yang tertanam dalam hati dan otak”.
Perspektif yang sedikit berbeda tentang
nasionalisme dan patriotisme dikemukakan oleh pakar ilmu sosial Dr. Gandung
Ismanto. Dia menyampaikan bahwa semangat kebangsaan atau nasionalisme merupakan
hal yang terus berkembang seiring dengan tantangan dan kemajuan zaman. Semangat
kebangsaan sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan situasi yang sedang terjadi
pada masanya. Di situlah rasa kebangsaan menampakkan relativismenya karena dia
digelorakan oleh manusia yang juga relatif. Jadi, menurut Gandung, kita akan
gagal dan kecewa bila berharap semangat dan rasa nasionalisme para pelaku sejarah
Proklamasi tahun 1945 harus sama persis dengan semangat nasionalisme generasi
sekarang.
Strategi Penguatan
Nasionalisme dan Patriotisme di Era Global
Berdasarkan berbagai pemaparan di atas dapat
disimpulkan bahwa semangat nasionalisme dan patriotisme sangat diperlukan dalam
pembangunan bangsa agar setiap elemen bangsa bekerja dan berjuang keras
mencapai jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa yang bermartabat.
Jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa ini merupakan modal yang
kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan di masa depan. Penguatan
semangat nasionalisme dan patriotisme dalam konteks globalisasi saat ini harus
lebih dititikberatkan pada elemen-elemen strategis dalam percaturan global.
Oleh karena itu, strategi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Penguatan peran
lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dalam ikut membangun semangat
nasionalisme dan patriotisme, terutama di kalangan generasi muda. Sebagai
contoh: Gerakan Pramuka. Sebagai catatan, keberhasilan Gerakan Pramuka dalam
membangun semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
Indonesia tengah menjadi kajian mendalam di Malaysia untuk diterapkan di sana.
Generasi muda adalah elemen strategis di masa depan. Mereka sepertinya
menyadari bahwa dalam era globalisasi, generasi muda dapat berperan sebagai
subjek maupun objek.
2.
Penguatan semangat
nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang tinggal di
wilayah-wilayah yang dalam perspektif kepentingan nasional dinilai strategis,
seperti: daerah perbatasan, kawasan industri strategis, daerah pertanian
(logistik), serta daerah penghasil bahan tambang dan hasil hutan. Hal ini bisa
dilakukan dengan memperkecil kesenjangan ekonomi, sosial, dan budaya di wilayah
tersebut melalui berbagai program pendidikan dan pembinaan yang melibatkan
peran masyarakat setempat.
3.
Penguatan semangat
nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang hidup di daerah rawan pangan
(miskin), rawan konflik, dan rawan bencana alam. Strategi ini dapat dilakukan
dengan menyelenggarakan berbagai program yang diorientasikan pada peningkatan
kesetiakawanan sosial dan partisipasi masyarakat.
4.
Peningkatan apresiasi
terhadap anggota atau kelompok masyarakat yang berusaha melestarikan dan
mengembangkan kekayaan budaya bangsa. Demikian pula dengan anggota atau
kelompok masyarakat yang berhasil mencapai prestasi yang membanggakan di dunia
internasional. Apresiasi ini dapat dilakukan dengan pemberian penghargaan oleh
negara dan kemudian prestasinya diangkat oleh media massa. Dan Peningkatan
peran Pemerintah dan masyarakat RI dalam ikut berperan aktif dalam penyelesaian
berbagai persoalan regional dan internasional, seperti: penyelesaian konflik,
kesehatan, lingkungan hidup, dan lain-lain
BAB III
PENUTUP
A
A. Kesimpulan
Di Indonesia, pada saat ini terjadi penurunan
jiwa patriotisme di kalangan generasi penerus bangsa. Banyak faktor yang
mempengaruhi penurunan jiwa patriotisme tersebut, diantaranya pengaruh
globalisasi dan informasi, serta kurangnya pendidikan fisik terutama di bidang
kesejarahan.
Solusi terpenting yang perlu dilaksanakan yakni
dengan menciptakan suasana yang kondusif, khidmat, tertib dan nyaman dalam
pelaksanaan tata bendera upaca itu sendiri. Dalam hal ini, faktor
tempat dan faktor tata letak peserta upacara yang perlu diperhatikan. Hal lain
yang perlu diperhatikan yakni efisiensi waktu. Pada saat petugas mempersiapkan
diri serta sarana dan prasarana, siswa dipertontonkan film dokumenter
bertemakan jiwa patriotisme. Tentunya hal ini akan berdampak positif terhadap
jalanya upacara dan perilaku peserta tersebut dalam kehidupan bermasyarakat dan
bertanah air. Terakhir yang perlu dilakukanya yaitu, evaluasi akan jalanya
upacara bendera setelah upacara selesai dilaksanakan.
B. Saran
Semoga solusi ini dapat
dikembangkan dan diterapkan agar mampu membuat upacara bendera itu menjadi
suatu hal yang luar biasa dalam dunia pendidikan.
Sekiranya, pembelajaran
dalam upacara bendera harus terus digali dan disempurnakan sehingga memberikan
manfaat yang positif bagi anak-anak sebagai penerus bangsa mengenai semangat
kepahlawanan dan cinta tanah air. Akhir kata penyusun menyampaikan kepada semua
pihak-pihak terkait harus ikut peran aktif secara bersama-sama guna membangun
karakter anak bangsa yang berjiwa patriotisme melalui hal kecil seperti upacara
bendera.
DAFTAR
PUSTAKA
Ø Febi’s Blog. Manfaat Sikap Patriotisme dalam
Pendidikan
Ø Jamli, Edison dkk. Kewarganegaraan. 2005.
Jakarta: Bumi Akasara
Ø Satiman, Sudewo. Gerakan Pemuda di Indonesia.
2003. Jakarta: Hasta Mitra